headerphoto
Get the Flash Player to see this rotator.
headerphoto

Menuju Planet yang Lebih Cerdas

Selasa, 24 November 2009 15:42:02 - oleh : admin

Oleh Bambang Sigap Sumantri

Dua dekade yang lalu, jaringan listrik yang terpasang di perumahan menjadi salah satu ikon modernisasi, lambang kemajuan. Namun, sekarang ini, dengan semakin banyaknya jaringan listrik yang mengitari perumahan di kota besar sampai daerah terpencil, apakah maknanya?

Jaringan kawat listrik yang memenuhi kota di seluruh Indonesia kini bukan lagi simbol kemajuan. Bagi perusahaan penyedia listrik, semakin panjang jaringan itu berarti semakin besar kerugiannya, karena kebocoran dan biaya produksi yang tak sesuai. Bagi masyarakat, itu menjadi lambang ketidakpastian sebab listrik sering mati dengan mendadak. Kadang ada pemberitahuan, tapi lebih banyak mati tiba-tiba.

Padahal seharusnya dengan semakin luasnya jaringan listrik, masyarakat hidup lebih nyaman, kualitas makin meningkat.

Semua itulah yang terbayang ketika meliput konferensi IBM Information on Demand 2009 pada hari ketiga ketika membahas "Smarter Planet" (Planet yang Lebih Cerdas) seperti yang dikemukakan Steve Mills, Senior Vice President Software and Group Executive IBM Software Group IBM, di Las Vegas, Amerika Serikat, akhir Oktober lalu.

Menurut Steve, bekal dunia untuk menjadi lebih cerdas sudah cukup memadai. Sebab, dunia sekarang sudah terinstrumentasi dan terkoneksi. "Hampir semua produk terinstrumentasi, 60 tahun yang lalu, transistor menjadi tonggak era digital, sekarang telah terdapat 1 miliar transistor yang harganya makin murah, diperkirakan terdapat 4 miliar pelanggan telepon seluler dan 30 miliar label identifikasi (radio frequency identification/RFID) akan diproduksi dalam dua tahun mendatang," ujarnya.

Sejalan dengan perkembangan itu, masyarakat juga akan semakin terkoneksi. Pengguna Facebook, Twitter, dan situs jejaring lainnya melonjak drastis dari waktu ke waktu. "Sekitar satu triliun barang yang terinstrumentasi terkoneksi dengan mobil, perangkat kamera, jalan raya, dan bahkan saluran pipa dalam terowongan. Untuk itulah selayaknya planet ini makin cerdas," katanya.

Baru potensi

Steve menggambarkan betapa sekarang ini program aplikasi semata yang terpasang di komputer, telepon seluler, dan media digital lainnya belum cukup untuk lebih meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Semuanya baru merupakan potensi yang bisa terwujud apabila dilakukan analisis (analytics) permasalahan sehingga bisa dicarikan solusi melalui pengembangan peranti lunak tertentu yang sesuai dengan kebutuhan.

Tidak heran jika divisi Software IBM kini lebih berkembang dibandingkan dengan hardware, apalagi PC mereka sudah dijual ke Lenovo beberapa tahun lalu. Selain berusaha sendiri menemukan berbagai program dan penemuan baru, IBM juga terus melakukan akuisisi terhadap perusahaan software yang dinilai prospektif dan cocok dengan kebutuhan perusahaan teknologi yang mempunyai 400.000 karyawan di seluruh dunia ini.

Tahun 2007, IBM menginvestasikan lebih dari 5 miliar dollar AS di berbagai perusahaan peranti lunak untuk meningkatkan pasarnya. Salah satu perusahaan yang baru saja diakuisisi adalah Cognos, pemimpin peranti lunak di segmen business intelligence. Tahun sebelumnya lagi dengan nilai yang hampir sama, perusahaan yang dijuluki Big Blue ini mengambil alih MRO Software, Internet Security Systems dan FileNet.

Memberi inspirasi

Jaringan listrik di negara ini sebenarnya tetap bisa menjadi simbol kemajuan dan menjadi lebih cerdas. Syaratnya adalah: pertama, data tentang kebutuhan listrik harus jelas, setelah itu perusahaan menentukan kapasitas produksi untuk menyuplainya. Tidak berhenti pada tahap ini, agar efisien perusahaan harus mampu mengontrol secara tepat penggunaan listrik oleh masyarakat. Jangan sampai terjadi mereka yang memasang daya listrik 2.200 watt, tapi hanya menggunakan 1.000 watt saja.

Salah satu pengguna jasa IBM dalam bidang kesehatan adalah Mayo Clinic di Minnesota, Amerika Serikat. Agar dapat mendiagnosa penyakit pasiennya dengan cara yang cepat dan tepat, Mayo Clinic bekerja sama dengan IBM menerapkan sejumlah tambahan peralatan hardware dan software.

Ahli pemasaran Indonesia, Hermawan Kertajaya, kebetulan pernah check up di Mayo. Ketika datang di klinik itu, ia bertemu dengan dokter koordinator yang memasukkan catatan kesehatan Hermawan ke dalam komputer. "Terus ia menentukan, tes apa saja yang harus saya lakukan. Juga dokter spesialis apa saja yang harus saya temui. Hebatnya, setiap kali ada tes atau konsultasi, hasilnya bisa langsung masuk ke komputer. Jadi, prosesnya berlangsung sangat efisien dari sisi waktu. Semuanya bisa dilakukan secara paralel. Team work juga bisa jalan walaupun seluruh dokter tadi tidak pernah bertemu sama sekali," ungkap Hermawan dalam bukunya New Wave Marketing, The World is Still Round, The Market is Already Flat.

Berbagai aplikasi yang kita miliki di komputer kadang hanya setengah berguna. Bahkan, mungkin saja masyarakat atau pemerintah mengalami kebuntuan dengan adanya ratusan informasi yang masuk.

Keterbukaan dan pemakaian teknologi informasi bahkan bisa membuat keputusan susah dibuat dan kebijakan publik banyak yang terkatung-katung. Dalam hal ini memang perlu sejumlah langkah lagi untuk mengintegrasikan melalui peranti baru agar potensi tadi bisa termanifestasi menjadi kekuatan baru. Kekuatan baru yang bisa membuat keputusan lebih cepat, tepat, sesuai kebutuhan, serta efisien. Sejumlah contoh yang dilakukan IBM bisa memberi inspirasi banyak pihak untuk menuju planet yang lebih cerdas.(KOMPAS)


 

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "TERKINI" Lainnya