headerphoto
Get the Flash Player to see this rotator.
headerphoto

Sepanjang 2009, Gerakan Sosial Bermekaran di Facebook

Minggu, 27 Desember 2009 12:52:07 - oleh : admin

Jakarta - Mungkin Mark Zuckerberg si penggagas situs
jejaring sosial Facebook tidak pernah membayangkan bahwa situs jejaring
besutannya akan begitu populer seperti sekarang. Di tahun 2009, situs
pertemanan ini begitu kinclong dan digandrungi banyak orang.

Demam Facebook pun ikut melanda pengguna internet di Indonesia. Menurut data yang dilansir checkfacebook.com, pengguna Facebook di Tanah Air mencapai angka nyaris 12 juta, tepatnya sekitar 11.759.980 user (data November 2009).

Tentu
ada alasan tersendiri mengapa ada begitu banyak orang yang terbius
dengan pesona situs jejaring sosial yang satu ini. Salah satunya adalah
karena sifatnya yang interaktif, misalnya memungkinkan orang
berinteraksi satu sama lain baik melalui fitur wall (pesan di dinding)
maupun melalui fasilitas chatting.

Bukan hanya sebatas wadah
pertemanan di dunia maya, Facebook juga dapat menjadi sarana untuk
menggalang massa. Sebab, sangat mudah membuat maupun bergabung dengan
suatu grup tertentu.

Dari Prita Hingga Manohara

Kemudahan
membuat grup di Facebook dimanfaatkan untuk melakukan berbagai gerakan
sosial. Jika biasanya untuk menginisiasi suatu gerakan sosial orang
harus kasak-kusuk menghimpun massa dan  melakukan tatap muka langsung,
kini dapat dilakukan lewat Facebook. Melalui Facebook, orang yang tidak
saling kenal bisa bersatu padu untuk menyuarakan suatu aspirasi demi
mendobrak suatu kebijakan yang dinilai menyimpang.

Lewat
Facebook, orang bisa begitu mudah menjadi aktivis, mengusung isu
sosial, mempropagandakannya dan berharap mendapat banyak dukungan.
Jelas ini lebih hemat tenaga dan hemat waktu.

Di tahun 2009, ada
begitu banyak gerakan sosial yang digaungkan melalui Facebook dan
sukses mendulang simpati publik di Indonesia.

Tentu masih segar di ingatan kita gerakan Facebooker di bulan Juni 2009 yang mendukung pembebasan Prita Mulyasari, salah seorang pasien Rumah Sakit OMNI yang dipenjara karena menulis surat keluhan melalui internet.

Prita,
yang dituding telah melakukan pencemaran nama baik terhadap RS OMNI,
rupanya menarik simpati banyak orang. Perjuangan grup 'DUKUNGAN BAGI
IBU PRITA MULYASARI, PENULIS SURAT KELUHAN MELALUI INTERNET YANG
DIPENJARA' terus berlanjut tatkala Pengadilan Tinggi Banten
mengharuskan ibu dua anak itu membayar denda Rp 204 juta.

Vonis denda itu membuahkan grup dan gerakan yang lebih fresh bertajuk 'Koin untuk Prita'.
Hasilnya gemilang, banyak masyarakat yang tersentuh dan bergabung
dengan grup ini lalu mengumpulkan koin untuk membantu Prita. Bahkan
pihak RS OMNI pun berniat mencabut gugatan perdatanya terhadap Prita
Mulyasari.

Gerakan yang juga menggeliat di Facebook adalah 'Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto' yang diinisiasi Usman Yasin.

Dukungan
terhadap grup ini pun luber. Melalui grup ini Facebooker menentang
penahanan Bibit dan Chandra karena berkeyakinan keduanya tidak
bersalah. Simpati masyarakat terhadap badan pemberantasan korupsi ini
pun kian tinggi.

Sebaliknya, sentimen negatif masyarakat
terhadap aparat kepolisian kian meluas. Perjuangan para Facebooker ini
berbuah manis, yakni dibebaskannya kedua pimpinan KPK tersebut.

Gerakan
sosial lain yang 'membonceng' Facebook adalah grup yang menyampaikan
kekecewaannya terhadap Perusahaan Listrik Negara (PLN) akibat aksi
pemadaman listrik yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu.

Grup
bernama 'PLN oh PLN' ini memberikan julukan baru bagi PLN, yakni
'Perusahaan Lilin Negara'. Namun gaung dari kelompok yang satu ini
tidak seriuh kelompok Prita maupun Bibit-Chandra.

Belakangan, muncul juga gerakan 'Turunkan Patung Barack Obama di Taman Menteng'. Grup ini mempertanyakan jasa Obama bagi bangsa Indonesia sehingga perlu ada monumen di Taman Menteng.

"Apa
visi dari pembangunan monumen Barack Obama? Adakah manfaatnya bagi
masyarakat?" tanya grup yang diinisiasi oleh Heru Nugroho dan Daniel
Rudi ini. 

Grup ini menilai bahwa keberadaan patung Obama di
Taman Menteng ini menginjak-injak kedaulatan bangsa Indonesia.
Penggagas grup ini bahkan berniat untuk melakukan class action jika
ajakan dialognya tidak diacuhkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan
DPRD. Belum ada titik terang apakah gerakan ini akan membuahkan hasil
seperti yang diinginkan kelompok tersebut.

Nah, yang agak nyleneh adalah gerakan sosial '(Jangan) Kumpulkan Koin untuk Manohara'.
Kemunculan grup ini ini sepertinya hanya untuk mengolok-olok Manohara
yang sempat menghebohkan pemberitaan di media massa karena
perseteruannya dengan suaminya. Lihat saja deskripsi tentang pemilik
akun ditulisi agar uang yang dikumpulkan tidak berupa uang recehan.

Facebook sebagai Kontrol Sosial


Masih
ada banyak grup-grup sosial yang bermekaran di Facebook, khususnya di
tahun 2009. Namun tidak semua grup-grup tersebut berhasil menarik
banyak simpati dari pengguna Facebook.

Tentunya ada sejumlah
faktor yang menentukan kesuksesan sebuah grup dalam menggalang
dukungan. Misalnya, seberapa penting atau menariknya isu yang dibawa.
Selain itu, kredibilitas si pengusung isu juga dapat mempengaruhi
banyak sedikitnya dukungan yang diterima.

Melihat betapa
powerful-nya Facebook dalam menggalang massa, maka setiap gerakan yang
dilakukan di situs jejaring sosial ini tidak bisa dipandang remeh.
Contohnya adalah gerakan Facebooker membela Prita Mulyasari maupun
menolak penahanan Bibit-Chandra yang mampu mmpengaruhi kebijakan.

Di
saat ada penyimpangan yang mungkin terjadi di negeri ini, orang dapat
langsung menyampaikan aspirasinya melalui Facebook, baik untuk
mendukung suatu kebijakan atau justru menentang suatu kebijakan.
Terlepas dari sukses tidaknya sebuah grup menarik banyak dukungan
pengguna Facebook, situs jejaring sosial ini dapat memainkan peran
penting sebagai kontrol sosial.

Singkat kata, dengan kehadiran
Facebook, lebih terbuka kesempatan bagi siapa pun untuk menjadi aktivis
yang mengkritisi suatu permasalahan yang terjadi di sekeliling kita.

Tentunya
kemudahan ini harus disikapi dengan bijaksana, jangan asal latah
membuat grup di Facebook atau masuk menjadi anggota suatu grup tanpa
memahami secara jelas isu yang diusung grup tersebut.

Jika di 2009 Facebook begitu bersinar, apakah di tahun 2010 Facebook akan tetap menjadi primadona? Kita lihat saja nanti!


 


Sumber : Detik.com

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "TERKINI" Lainnya